Saya sangat menimati alunan lagu yang dinyanyikan tantowi yahya tersebut. Dengan sedikit sentuhan genre country yang ceria saya memutar lagu itu setiap pagi semenjak saya menemukan harta karun ini. lagu yang menjadi hits saya di album ini adalah sebiduk di sungai musi. Senang banget dah pokoknya kalau lagu itu diputar, sampai-sampai tetangga kamar saya bilang, “cul, kok lagu itu mulu sih dari pagi?”, “cul, ga ada lagu lain ya?” kata seorang lagi, “cul, asyem kuwi maneh :)) , nih aku punya banyak lagu RnB,”
Aakkhh, bukannya aku ndak ada lagu lain di file, tanding banyak koleksi boleh juga dengan 80 Giga mp3 saya. Bukannya saya tidak gaul , tapi jujur saja saya bosan dengan lagu-lagu komersil dan lagu yang ngetop sesaat yang banyak beredar saat sekarang ini. band-band kebanyakan menjiplak, dan hanya ngikutin trend sesaat, tidak ada nilai seni yang tinggi yang bakal dikenang sepanjang masa. Tidak seperti band-band dulu yang lagunya masih tetap enak di dengar hingga sekarang.
Beberapa waktu yang lalu kamar saya diisi dengan suara-suara lagu daerah dan tradisional, seperti lagu-lagunya Elfa Medley, saya sangat tertarik dengan paduan suaranya dan mirip dengan logat daerah-daerah untuk lagu yang dinyanyikannya. Elly kasim juga menjadi penghibur kamar saya selama saya di perantauan ini, dengan lagu-lagu mudiak arau, sinona, malereang tabiang dan alah kabaa . Sering saya dibilang aneh, oleh para pengunjung kamar saya. Memang, sewaktu SMA saya selalu memutar musik rock, bahkan hard rock seperti Mr. Big, GNR, Extreme, Scorpion, Dream Theater. Tapi sekarang saya merasakan musik-musik kenangan yang flamboyan yang menyejukkan hati saya. :))... gaplek2... bojoku wae nganti nesu2 , nih liriknya :
Sebiduk di Sungai Musi by Tantowi Yahya

Terpesona aku melihat wajahnya
Tak kala aku duduk di dekatnya
Sebiduk seiring aku menyebrang
Berperahu ke seberang sungai musi
Kan ku tegur ia tapi hati enggan
Tak sabar hati ini menyapanya
Tak segan segan aku meliriknya
Sekilas tampak aku senyumnya
Ombak pun datang perahuku pun oleng
Tersentuh lah ia oleh ku
Terkejut tiba-tiba ia menoleh ku
Ku genggam tangannya yang halus mulus
Namun sayang seribu kali sayang
Sang biduk tlah merapat ke pantai
(tulisan ini saya dedikasikan untuk pemusik-pemusik legendaris indonesia yang telah redup di Indonesia)
hahah, bosok-bosok

5 comments:
cul.. minta linknya untuk download juga donk. biar bisa menikmati juga..
rene wae mbak karo dolan :D
suwe ra temu to?
wew...., isih ae tembang kenangan ne... Tiada akhir pokok'e...hehehee.. Lanjut juragan...!!!
pastinya lah dit
kenangan never die
lagu liyane mana cul.. share share
Post a Comment