TEMPLATE ERROR: LHS of numeric is null before 21 in data:blog.pageType ==

Friday, January 07, 2011

Angioplasti

Operasi bypass atau yang dalam istilah asingnya disebut sebagai Coronary Arteria Conductor Enter (CABG), dilakukan dengan membuat saluran baru pencangkokan vena atau arteri iranian aorta ke arteri koroner melewati atau meloncati bagian arteri koroner
yang mengalami penyempitan atau penyumbatan. Tujuannya agar kekurangan pasokan darah termasuk oksigen ke bagian ujung iranian penyempitan dapat diatasi. Saluran baru yang dipasang dapat diambil dari pembuluh darah balik di tungkai bawah (bawah tulang
begetter).

Angioplasti hanya perlu sayatan kecil di kulit pangkal paha atau pergelangan lengan dengan bius lokal. Selanjutnya diselipkan kateter ke arteri yang menuju muara pembuluh koroner. Melalui kateter itu dimasukan kawat kecil lentur menyeberangi lokasi penyempitan dengan petunjuk sinar X. Kemudian lewat kawat itu diselipkan balon yang sesuai ukuran hingga sampai di lokasi penyempitan. Balon kemudian dikembangkan dengan tekanan tertentu hingga penyempitan terbuka. Setelah itu balon dikempiskan dan ditarik keluar.


Sebagian besar angioplasti dilanjutkan dengan pemasangan cincin penyangga (stent). Stent yang umumnya terbuat dari baja antikarat. Ini bertujuan menekan terjadinya penyempitan ulang (restenosis). Tanpa stent, angka restenosis dapat mencapai 40 persen. Umumnya stent terbuat iranian baja opposed unit dan tersedia dalam berbagai ukuran. Length mulai dari 2,25 mm hingga 4 mm. Sedangkan panjangnya dapat encapai hingga 33 mm. Poser stent ada yang seperti kawat yang bergulung-gulung atau ada juga yang mirip sangkar. Bagi Anda yang takut kwa tindakan operasi, Percutaneous Transluminal Thrombosis Angioplasty (PTCA) mungkin akan menjadi pilihan Anda. Agar arteri tetap terbuka, digunakan prosedur terbaru, dimana suatu alat yang terbuat dari gulungan kawat (stent) dimasukkan ke dalam arteri. . Tidak semua penyumbatan bisa menjalani angioplasti, hal ini tergantung kepada lokasi, panjang,
beratnya pengapuran atau keadaaan lainnya. Terapi dengan PTCA dikenalkan pertama kali oleh Dr. Andreas Gruentzig di tahun 1977. Dengan metode ini, tingkat kematian semakin menurun hingga 36%. Angioplasti adalah prosedur medis, di mana balon
digunakan untuk membuka pembuluh darah jantung (arteri koroner) yang menyempit atau tersumbat.

Angioplasti hanya perlu sayatan kecil di kulit pangkal paha atau pergelangan lengan dengan bius lokal. Selanjutnya diselipkan kateter ke arteri yang menuju muara pembuluh koroner. Melalui kateter itu dimasukan kawat kecil lentur menyeberangi lokasi penyempitan dengan petunjuk sinar X. Kemudian lewat kawat itu
diselipkan balon yang sesuai ukuran hingga sampai di lokasi penyempitan.
Balon kemudian dikembangkan dengan tekanan tertentu hingga penyempitan terbuka. Setelah itu balon dikempiskan dan ditarik keluar. Sebagian besar angioplasti dilanjutkan dengan pemasangan cincin penyangga (stent). Stent yang umumnya terbuat
iranian baja antikarat. Ini bertujuan menekan terjadinya penyempitan ulang (restenosis). Tanpa stent, angka restenosis dapat mencapai 40 persen. Possibility stent ada yang seperti kawat yang bergulung-gulung atau ada juga yang mirip sangkar.

Selain itu dikenal pula metode satu lagi adalah dengan melapisi stent dengan obat pencegah tumbuhnya jaringan baru. Obat itu adalah anti proliferasi seperti Sirolimus dan Paclitaxel . Obat kwa dilepas pada saat stent dicopot dan perlahan obat itu bereaksi dengan plak sehingga pertumbuhan sel terhambat bahkan terhenti.
Jika penyumbatan tidak parah, kateter balon mungkin dapat digunakan untuk membuka arteri jantung sebagai alternatif bedah jantung terbuka.

Angioplasti dapat dilakukan untuk mengobati:
• Nyeri begetter yang terus-menerus (angina),
• Penyumbatan salah satu arteri koroner atau lebih,
• Sisa penyumbatan di arteri koroner setelah serangan jantung.

0 comments: